Jarang Diketahui, Fungsi Pembalut Bagi Pendaki Laki-Laki

Melakukan pendakian tentu membutuhkan banyak persiapan baik mental ataupun fisik terutama bagi yang baru pernah melakukannya. Salah satu kondisi yang sering dialami oleh pendaki yaitu pengalaman mengalami luka lecet.

Luka lecet paling umum terjadi di bagian pundak, jari kaki, dan tumit. Kondisi lecet tersebut bisa membuat bagian tubuh bahkan bisa mengelupas dan tentunya jika kondisi tersebut dialami akan membuat perjalanan menjadi kurang nyaman selama pendakian.

Saking tidak nyamannya bahkan kalian ingin rasanya segera mencapai basecamp dan melepas sepatu. Sebagai bentuk langkah antisipasi tentunya kalian harus paham mengenai bagian mana yang ingin dilindungi apakah lecet pada kaki atau pundak.

Atasi Lecet Memakai Pembalut

Saat mendengar kata-kata pembalut pasti yang terpikirkan oleh kalian adalah alat yang biasa digunakan oleh kaum perempuan ketika menstruasi. Fungsi dari pembalut tersebut untuk menyerap darah menstruasi supaya tidak terkena pakaian.

Namun, bagi kaum laki-laki terutama yang akan melakukan pendakian ternyata pembalut berguna untuk menghindari lecet pada bagian pundak. Nyatanya cara nyeleneh yang satu ini bukanlah sesuatu hal yang baru untuk para pendaki.

Saat mendaki terkadang ada beban berat yang harus dibawa dan itu bisa menyebabkan lecet. Sehingga dengan penggunaan pembalut akan berguna sebagai bantalan yang mengurangi resiko gesekan antara kulit dengan beban berat tersebut.

Tidak hanya berguna mencegah lecet namun pembalut juga berguna untuk menyerap keringat. Cara yang satu ini banyak dipilih karena alasan harganya yang murah dan mudah ditemukan. Jadi jangan heran ketika kalian menemukan laki-laki membeli pembalut, bisa jadi karena akan digunakan untuk naik gunung.

Atasi Lecet Pada Bagian Kaki

Langkah antisipasi supaya kaki terhindar dari lecet yaitu pilih sepatu pendakian yang pas dan tepat. Paling penting lihat seperti apa medan yang akan dilewati sehingga memudahkan dalam pemilihan alas kakinya.

Pastikan alas kaki yang dipilih mempunyai sirkulasi udara yang bagus, insole empuk dan nyaman digunakan. Ukuran sepatu juga perlu menjadi perhatikan jangan pilih yang terlalu longgar maupun terlalu pas.

Supaya lebih pas dalam memilih ukuran sepatu sebaiknya ketika dicoba gunakan dengan kaos kakinya. Tidak hanya sepatu melainkan ukuran kaos kaki perlu diperhatikan dan disesuaikan dengan tipe sepatu yang digunakan. Gunakan bahan kaos kaki yang cepat kering dan lembut sehingga resiko kaki lecet bisa dikurangi.

Tips Mencegah Lecet Saat Pendakian

Cara di atas seperti penggunaan pembalut, kaos kaki, dan sepatu terdapat beberapa tips lain yang bisa dilakukan sebagai tindakan pencegahan ketika mendaki.

  • Jangan membawa beban terlalu banyak

Saat mendaki karena saking bersemangatnya kalian membawa apa pun tanpa mempertimbangkan kegunaannya. Akibat dari hal tersebut beban yang dibawa akan sangat berlebihan dan mengakibatkan luka lecet pada bahu.

Memang kalian bisa mengakalinya dengan penggunaan pembalut. Namun untuk pendakian yang lebih aman dan nyaman sebaiknya bawa beban secukupnya saja.

  • Memakai plester

Jangan lupa untuk menempelkan plester ke tumit serta jari-jari kaki karena bisa memperkecil kemungkinan lecet pada area tersebut. Umumnya bahan sepatu akan terasa keras dan kaku di bagian belakan dan ujung depan sehingga menimbulkan lecet.

  • Menaburkan bedak

Cara mudah dan murah meriah yang bisa dilakukan yaitu menaburkan bedak pada sepatu. Agar tidak berantakan maka taburkan saja secara perlahan dan usapkan ke seluruh bagian kaki jangan sampai ada yang terlewat.

  • Simpan sepatu di freezer

Caranya cukup mudah yaitu isi dua kantong plastik dengan menggunakan air dan selipkan ke dalam sepatu. Selanjutnya masukan sepatu ke freezer dan diamkan beberapa jam sampai kantong berisikan air tadi membeku.

Setelah membeku jangan lupa untuk dikeluarkan secara perlahan. Nantinya cara tersebut akan berhasil membuat ukuran menjadi mengembang dan kaki tidak akan lecet lagi.

  • Panaskan sepatu memakai hair dryer

Cara lain untuk melebarkan ukuran sepatu yaitu menggunakan hair dryer. Saat memanaskan sepatu lakukan gerakan tersebut secara berputar-putar dan setelah memuai pastikan ingin seberapa lebar ukuran sepatunya agar tetap nyaman ketika digunakan.

Setelah merasa ukurannya pas maka kalian hanya perlu mendiamkan sepatunya saja hingga mengeras dan tidak lemas.

  • Gunakan pakaian yang nyaman

Usahakan ketika mendaki gunakanlah pakaian dengan bahan yang nyaman dan aman di kulit. Jika terjadi gesekan maka pakaian berbahan nyaman tersebut akan meminimalkan resiko lecet yang diakibatkan oleh gesekan tadi.

  • Gunakan trekking pole

Supaya beban yang dibawa menjadi lebih ringan maka sangat disarankan memakai trekking pole ketika melakukan pendakian. Trekking pole juga berguna memudahkan langkah saat berjalan melewati medan terjal dan bebatuan sehingga cedera kaki menjadi lebih minim.

Itulah beberapa cara untuk mencegah lecet pada saat pendakian bahkan cara sedikit nyeleneh dengan penggunaan pembalut bisa kalian coba. Penggunaan pembalut sangat berguna bagi yang sering mengalami lecet pada bagian pundak.

Bali Punya Kembaran di Afrika Utara Loh!

Berbicara mengenai Bali tentu saja keindahannya tidak perlu diragukan lagi. Namun siapa sangka di Afrika Utara tepatnya Tunisia ada kembaran Bali yaitu Pulau Djerba. Musim pantai yang berlangsung pada pertengahan Mei sampai pertengahan Oktober membuat tempat ini merupakan lokasi yang pas menikmati keindahan pantai dengan pemandangan laut Mediterania.

Pesona Pulau dan Pantai Zebra

Pulau ini memiliki perairan yang jernih dengan pasir pantainya yang putih, sementara itu pohon kurma serta pohon zaitun dengan usia 3000 tahun tampak berjajar di sepanjang pantai. Pulau Djerba mempunyai luas 500 Km persegi.

Luas wilayah tersebut menjadikannya sebagai pulau paling besar di Afrika Utara. Para wisatawan yang paling banyak berkunjung ke pulau tersebut adalah para turis yang merupakan pencari matahari dan berasal dari Eropa.

  • Bangunan Khas Timur Tengah

Saat berkunjung ke pulau ini kalian tidak hanya bersantai serta menikmati matahari namun bangunannya sangat eksotis berarsitektur gaya Arab serta kota tua Medina dengan mempertahankan karakter aslinya. Berbagai bangunan tadi tentu akan membawa kalian seperti sedang berada di Timur Tengah.

  • Pemandangan Laut Mediterania

Saat berlibur ke Pulau Djerba kalian akan sangat senang karena disuguhkan oleh pemandangan secara langsung menuju tepi laut. Bahkan kalian akan menemukan gerombolan unta yang sesekali melewati pantai dan kalian bisa mendapatkan kesempatan bermain dengan unta.

  • Pulau Penuh Toleransi

Mayoritas penduduk Zebra adalah muslim akan tetapi sejak dahulu sudah sangat terkenal akan toleransinya pada umat agama lainnya. Sebagai buktinya kalian akan menemukan gereja Katolik St. Joseph di Bandung pada 1848 yang lokasinya di tengah kota Houmt El Souk.

Tidak hanya itu saja Djerba merupakan rumah untuk salah satu komunitas dari Yahudi terakhir yang ada di Arab. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya Sinagog El Ghriba yang tentunya diakui menjadi Sinagog tertua di Tunisia.

Pantai Indah Selain Pantai Zebra di Tunisia

Memang bila berbicara mengenai pantai di Tunisia yang terkenal adalah Pulau Djerba. Namun nyatanya masih banyak pantai menawan lain yang bisa kalian temukan dan tentunya tidak kalah dalam menghipnotis para pengunjungnya.

Berbagai macam biota laut, nikmatnya masakan seafood, dan kebudayaan menarik membuatnya menjadi hal-hal yang patut dicoba ketika berkunjung ke destinasi pantai Tunisia. Bahkan perairan jernih dengan warna indah semakin membuatnya menarik.

Bahkan banyak sekali kegiatan seru dan menyenangkan yang dapat dilakukan dan itu akan membuat kalian semakin merasa senang ketika berlibur ke sana. Jika kalian penasaran apa saja pantai yang ditemukan di Dunia selain Pantai Zebra berikut adalah informasinya.

  • Pantai Hammamet 

Bila ditempuh dari kota Tunis yaitu ibu kota Tunisia maka pantai ini memerlukan waktu 1 jam saja. Keunggulan dari pantai ini berupa pasirnya yang halus serta perairannya tenang. Bahkan di pantai ini kalian akan menikmati pemandangan gunung sehingga pantai terlihat semakin memukau.

Pantai Hammamet merupakan pantai terbaik yang ada di Tunisia. Jadi amat disayangkan ketika kalian berkunjung ke Pulau Djerba namun tidak ke pantai ini. Panorama indahnya tidak hanya ada di permukaan saja namun juga di bawah lautnya.

Akibat dari keindahan biota lautnya maka pantai ini merupakan lokasi favorit untuk melakukan scuba diving dan snorkeling. Bahkan jangan lupa untuk menyaksikan indahnya matahari terbit nan menenangkan di sana.

  • Pantai El Hawary 

Destinasi pantai ini masih terjaga keasliannya dan diperindah dengan hadirnya desa sepi serta alam memukau di wilayah sekitarnya. Pantai El Hawary dianggap menjadi salah satu pantai yang memiliki panorama terindah di Tunisia.

El Hawary sendiri adalah kota ramai dan lokasinya ada di puncak semenanjung Cap Bon dan menawarkan sensasi kehidupan Mediterania Tunisia. Bagi kalian pecinta burung jangan lupa datang sekitar bulan Maret dan Mei karena bisa menyaksikan ribuan burung berada di Pegunungan El Hawary.

  • Pantai Plage De Ghaffar 

Keunggulan dari pantai ini terlihat pada hamparan pasirnya dan lokasinya sangat ideal dijadikan tempat berkumpul dengan saudara ataupun teman di akhir pekan maupun liburan panjang. Pengunjung terbanyak pantai ini yaitu penduduk kota Sfax dikarenakan lokasinya hanya 26 Km dari pantai.

Pemandangannya yang sangat indah akan membuat siapa pun yang berkunjung menjadi segar kembali. Perairan tenang membuat siapa pun ingin merasakan berenang di pantai tersebut.

  • Pantai Monastir

Pasir di sini berwarna keemasan dengan perairan bersinar beserta ombaknya tenang menjadikan pantai ini sebagai tujuan wisata favorit. Jika kalian ingin merasakan indahnya pantai dengan cara berbeda bisa menaiki unta.

Banyak wahana permainan seru bisa dicoba seperti menunggang kuda, berselancar, banana boat, dan ski air yang tentunya memacu adrenalin.

Jadi itulah sedikit informasi mengenai Pulau Djerba dan keindahan Pantai Zebra yang disebut mirip Bali. Bahkan ketika berkunjung ke Tunisia kalian bisa datang ke berbagai pantai lainnya yang memiliki pemandangan eksotis khas Mediterania yang bisa kalian temukan.

Sering Diidentikkan Negara Islam, Ini Fakta Turki

Kegiatan haji dan umrah memang banyak peminatnya terutama di Indonesia. Tidak hanya menjalankan ibadah namun banyak masyarakat Indonesia yang memanfaatkannya dengan pergi liburan salah satunya ke Turki yang terletak di benua Eropa.

Untuk kalian yang ingin beribadah namun mengunjungi negara lain untuk berwisata maka tidak ada salahnya mengambil paket umroh + wisata ke Turki. Sehingga dengan begitu kalian bisa lebih menghemat waktu dengan melakukan keduanya.

Serba Serbi Turki

Lokasinya yang strategis membuat negara ini menjadi tujuan favorit para wisatawan Indonesia untuk berkunjung. Negara ini sudah 600 tahun menjadi pusat dari kekaisaran Ottoman bahkan pada puncak kejayaannya kekaisaran ini tersebar dari Timur Eropa sampai Asia Barat Daya serta Afrika Utara.

Tahun 1923 berdirilah republik Turki Modern dan mempertahankan beberapa bagian wilayah kecil di kekaisaran Ottoman. Jika dibandingkan ukuran Turki masih sebanding dengan beberapa negara bagian seperti Nevada, Utah, dan Arizona.

Turki ini pada tahun 1963 menjadi bagian anggota asosiasi Uni Eropa serta telah melakukan pembahasan perihal identitas nasional dari negara Turki.

Mengenal Agama Islam Di Negara Turki

  • Islam di Turki

Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa banyak masyarakat Indonesia ketika pergi umroh memilih Turki sebagai tujuan wisatanya. Hal ini karena banyak yang beranggapan Turki sangatlah identik dengan Islam.

Mengenai masalah Islam di Turki agaknya harus dibahas terlebih dahulu karena agama Islam di sana tidak seperti yang kebanyakan orang kira.

Islam pernah berjaya di Turki selama 600 tahun lebih tepatnya ketika berada di era Ottoman (Turki Utsmani), yang mana dikenal sebagai kekhalifahan kuat di dalam sejarah Islam. Kekuasaannya meliputi sebagian Afrika, Asia hingga Eropa.

Ottoman menerapkan berbagai nilai Islam ke dalam sistem politik, sosial maupun hukum. bahkan Ottoman menetapkan agama resmi negaranya yaitu Islam akan tetapi kekhalifahan ini pada 3 Maret 1924 dibubarkan.

  • Turki Negara Sekuler

Pada 20 April 1924 Turki secara resmi menjadi sebuah negara republik. Presiden pertama sekaligus pendiri Republik Turki, Mustafa Kemal menerapkan ideologi sekuler. Paham tersebut memisahkan urusan agama dengan urusan publik dan pemerintahan.

Penerapan ideologi tersebut membuat Turki menjadi satu-satunya negara yang memiliki masyarakat mayoritas Islam namun menganut paham sekuler. Selama 15 tahun berkuasa, Mustafa Kemal yang dikenal dengan Ataturk (bapak bangsa Turki) untuk selanjutnya menerapkan berbagai macam wujud sekularisasi pada berbagai aspek.

Berbagai wujud sekularisasi yang diterapkan seperti pergantian huruf Arab menjadi aksara latin, pelarangan pakaian-pakaian yang merupakan simbol keagamaan pada tempat umum maupun lembaga pemerintahan, dan penghapusan Kementerian Hukum Islam.

Puncaknya pada tahun 1932 dikeluarkannya kebijakan oleh pemerintah dengan pergantian lafal azan yang dulunya berbahasa Arab menjadi bahasa Turki. Pada tahun 1950 yang mana berakhirnya kekuasaan Partai Rakyat Republik (kaum Kemalis) berakhir maka adzan diucapkan kembali ke dalam bahasa Arab.

Larangan penggunaan pakaian yang menggambarkan simbol keagamaan seperti janggut panjang dan jilbab pada tahun 2013 oleh Perdana Menteri Turki yaitu Recep Tayyip Erdogan dihapuskan. Hal itu dilakukan dengan pencabutan pada salah satu undang-undangan yang disebut sebagai kematangan berdemokrasi pada negara tersebut.

Bila ditanya berapa jumlah penganut agama Islam maka persentasenya sekitar 99,8% dari keseluruhan penduduk Turki. Untuk paham yang dianut yaitu sunni dan sebagian kecil yang lain adalah kaum Syi’ah dan terbagi ke dalam beberapa sekte seperti Alawi, Ja’fari, dan Alevi.

  • Ateisme Meningkat di Turki

Direktorat Urusan Agama Turki, Diyanet mengatakan sekitar 99% dari penduduk Turki menganut Islam. Sebagian besarnya memiliki paham Sunni dan sisanya Syi’ah yang terbagi dalam beberapa sekte. Namun, sayangnya mayoritas hanya memahami Islam pada konteks kultural dan sosiologi namun bukan dalam hal keagamaan.

Agama terbesar lain setelah Islam yaitu Kristen dan Yahudi. Turki ini mempunyai komunitas Yahudi terbesar bila dibandingkan dengan negara mayoritas Muslim lainnya. Tahun 2019, Konda sebagai lembaga survey di Turki mengatakan bahwa sudah banyak masyarakat Turki berpaling ke atheism dan 10 tahun terakhir jumlahnya mengalami peningkatan sampai 3 kali lipat.

Walau bagaimanapun dinamika mengenai kehidupan beragamanya di Turki, negara tersebut masih menarik untuk dikunjungi. Jangan takut susah mencari Masjid untuk beribadah maupun makanan halalnya karena mudah ditemukan di penjuru negeri tanpa perlu merasa khawatir mengkonsumsi makanan haram.

Bahkan nilai-nilai Islam masih diterapkan dalam konteks sosial dan budaya sehingga membuat Turki menjadi tujuan wisata yang tetap ramah dikunjungi oleh umat muslim. Sehingga ketika kalian beribadah umroh jangan lewatkan kesempatan untuk berkunjung ke Turki.

Jadi bagaimanapun Turki ini salah satu negara di Eropa yang sangat memudahkan wisatawan muslim untuk berkunjung. Mengingat di negara Eropa lainnya cukup sulit menemukan tempat ibadah dan makanan halal untuk dinikmati.